Penjualan Radio Komunikasi Meningkat

BANDUNG

Mitardamai-Online >> Penjualan perangkat radio komunikasi di Kota Bandung sudah meningkat sejak sebulan ini, baik barang baru maupun bekas. Para pembeli berasal dari kalangan penggemar radio amatir maupun instansi pemerintah untuk berbagai keperluan. Demikian dikatakan beberapa pedagang radio komunikasi, di Bandung, Senin (20/10).

Menurut staf Mirusa Ham Shop Cabang Bandung, Andi A.M. dan Slamet, peningkatan ini tampaknya berkaitan dengan menjelang bulan Puasa. Biasanya, pada bulan Puasa tingkat penggunaan radio amatir meningkat karena banyak masyarakat menggunakan untuk ngabuburit.

Sementara itu, pesanan dari instansi pemerintah juga meningkat, namun belum diketahui jelas keperluannya. Kemungkinan untuk memperlancar sarana komunikasi untuk mendukung tugas-tugas.

"Yang jelas, permintaan dan penjualan radio komunikasi baik yang baru maupun bekas, diperhitungkan akan mencapai puncaknya tujuh bulan lagi, saat menjelang pemilu. Ini disebabkan banyak masyarakat, parpol, dan instansi pemerintah berkepentingan dalam kaitan suasana menjelang pemilu," kata Andi A.M.

Perangkat radio komunikasi umum selama ini terdiri dua jenis, yaitu handy talky dan rig. Disebutkan, dari kedua jenis itu, yang paling banyak diminati adalah handy talky karena lebih fleksibel.

Harga berbagai pesawat handy talky pun kini jauh lebih mahal ketimbang lima tahun lalu. Misalnya, merek Icom tipe P-8 disebutkan harga pesawat baru Rp 1,2 juta per unit, di mana tipe itu merupakan kelas standar pada mereknya.

Tipe lainnya, kata Andi A.M., adalah Icom 2GXAT yang dikenal pesawat "kelas tinggi" pada mereknya. Namun, karena sudah hampir tak dijual dalam keadaan baru, para penggemar tipe itu kini banyak mencari barang bekas.

"Beberapa bulan lalu kami masih menjual, namun harganya Rp 2 juta per unit. Kalau harga bekas, informasinya sekira Rp 1,1 s.d. 1,5 juta per unit," ujar Andi A.M.

Keterangan senada dilontarkan penggemar radio amatir asal Jatinangor Sumedang, dengan "nama udara" Sarif. Ia mengatakan bahwa pada bulan-bulan ini frekuensi komunikasi antarmasyarakat yang dikenal dengan ngebrik sudah mulai meningkat kembali. Kegairahan itu juga berkaitan dengan menjelang bulan Puasa, yang terlontar pula pada berbagai obrolan di udara.

Di samping berkomunikasi, ia juga berjualan pesawat radio komunikasi bekas, mulai merek Kenwood, Icom, Yaesu, Alinco, dll. "Saya tak jualan di toko, namun lebih mirip calo. Memang benar, bulan-bulan ini penjualan dan minat radio komunikasi bekas meningkat. Sejak tiga minggu ini saja, saya sudah menjual tiga buah handy talky dan sebuah rig kepada sesama penggemar radio komunikasi. Sebelumnya paling-paling hanya satu unit," katanya.

Disebutkan, untuk para penggemar pemula dan kondisi keuangan yang pas-pasan, paling banyak saat ini meminati handy talky bekas Icom IC2N (frek 14.000 s.d. 14.999) atau IC 02N (13.000 s.d. 15.999) yang merupakan generasi lawas. (A-81)*** (Sumber- Pikiran Rakyat)

1